Thursday, November 27, 2008

AWAS LEDAKAN BOM KALORI DARI FASTFOOD ( 1 )

Fastfood kata ini sudah sangat familiar di masyarakat. Maklum makanan yang satu ini memang terkenal enak dan gurih. Namun demikian, makanan ini mempunyai pengaruh yang sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh kita.

“Miskin gizi kaya kalori”, tampaknya istilah ini yang cukup pantas bagi fastfood. Kenapa demikian, karena di dalam fastfood kalori yang terkandung cukup tinggi sehingga berbahaya bagi kesehatan. “Dengan tingginya kalori akan memudahkan timbulnya obesitas (kegemukan), dan menyumbat pembuluh darah. Di samping itu, beberapa bahan yang dipakai pada fastfood terutama minyak hydrogenasi (suatu minyak yang oleh beberapa ahli dinilai sebagai minyak transfat (minyak yang “beracun”) meskipun minyak ini dibuat dari minyak yang dinilai aman, tapi kemudian diberi hydrogen menjadi semi padat (solid). Oleh beberapa pakar ini dinilai lebih berbahaya daripada kolesterol”, ujar Ferry J. Ngantung, pengelola Rumah Gizi NaturalGreen.

Minyak hydrogenasi trsebut dipakai untuk menggoreng fastfood, sehingga hasil gorengan menjadi renyah dan agak awet. Tak heran jika mulai Januari 2006 di Amerika Serikat muncul peraturan bahwa setiap resto atau rumah makan harus mencantumkan jumlah kandungan lemak trans dalam suatu makanan, sehingga orang-orang akan memilih yang paling rendah.

Lebih lanjut, mulai bulan Juli 2007 setiap resto di sana tidak boleh menggunakan lebih dari 0.5 gram lemak trans persajian. Kemudian pada 2007 – 2008 berkembang tidak hanya resto saja melainkan juga semua bakery.

Selain minyak hydrogenasi, dalam fastfood pemakaian zat aditif sangat kuat, misalnya MSG, dan garam. Padahal zat aditif bisa menyebabkan air tertahan di tubuh, penyakit sendi, tekanan darah meningkat dan lebih dari itu MSG menurut penelitian terakhir dapat menyebabkan hiperaktif pada anak, dan saraf di otak.

Bahaya makanan siap saji, World Health Organization (WHO) dan Food and Agricultural Organization (FAO) menyatakan, bahwa ancaman potensial dari residu bahan makanan terhadap kesehatan manusia dibagi dalam 3 katagori. Pertama, aspek toksikologis, kategori residu bahan makanan yang dapat bersifat racun terhadap organ-organ tubuh. kedua, aspek mikrobiologis, mikroba dalam bahan makanan yang dapat mengganggu keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan dan ketiga aspek imunopatologis, keberadaan residu yang dapat menurunkan kekebalan tubuh.

Jika seseorang masih saja mengkonsumsi fastfood dalam jangka waktu tertentu, dapat dipastikan akan menyebabkan bom kalori dan sewaktu-waktu bisa meledak. Sehingga berpotensi gampang terkena penyakit, layaknya obesitas, penyakit jantung, radang sendi dan tekanan pembuluh darah.

No comments: