Friday, July 4, 2008

Dibalik Kebesaran Allah

Rahasia Jaring Laba-Laba

Beberapa tahun yang lalu, bahkan sampai sekarang kita dibuat terkesima oleh aksi Spiderman (manusia laba-laba). Dalam film tersebut digambarkan seorang pahlawan yang memiliki kemampuan memanjat dari satu gedung ke gedung lainnya ;ayaknya laba-laba. Aksinya membuat banyak orang berdecak terkagum-kagum dan dijadikan sebagai figur, bahkan banyak orang yang berhayal ingin seperti dia.
Artinya, kemampuan memanjat merupakan satu hal yang istimewa dan mengagumkan. Pertanyaannya kemudian yang timbul adalah; kenapa kita tidak kagum kepada laba-laba ciptaan Allah Swt., yang benar-benar bisa merayap, bukan khayalan seperti Spiderman?. Untuk itu ada baiknya bila menyimak hasil penelitian Andrew Martin, seorang pakar biomekanika dari Institute for Technical Zoology and Bionics (Institut Zoologi Teknik dan Bionika) di Bremen, Jerman atas laba-laba.
Ia meneliti kaki seekor laba-laba pelompat berukuran kecil (Evarcha arcuata) dengan menggunakan mikroskop elektron. Ternyata gambar yang mereka dapatkan memperlihatkan serangkaian rambut-rambut panjang di bawah telapak kakinya. Di bagian permukaan ujung bawah atau bagian telapak dari masing-masing rambut ini tertutupi oleh rambut-rambut yang jauh lebih kecil lagi dengan ujung berbentuk segitiga.
Lebih lanjut, Martin mengukur gaya tarik-menarik antara kaki laba-laba dengan sebuah batang kecil. Penghitungan oleh para ilmuwan tersebut menunjukkan bahwa seekor laba-laba yang bergantung pada langit-langit dengan penempelan 600.000 rambut-rambut panjang di bawah telapak kakinya menghasilkan gaya tarik-menarik yang mampu menahan 173 kali bobot badannya sendiri.
Yang lebih mengejutkan lagi adalah keahlian bergantung pada 600.000 rambut halus ini dapat terjadi. Rata-rata terdapat sekitar 100.000 rambut pada kepala manusia, sebaliknya, enam kali lipat jumlah ini terdapat pada telapak kaki laba-laba yang ukurannya jauh lebih kecil daripada kepala manusia. Keberadaan sedemikian banyak rambut-rambut berukuran teramat kecil pada tempat dengan luasan yang sedemikian kecil menyingkapkan adanya kehebatan desain mikro. Di samping itu rambut-rambut tersebut tidak asal ditemukan pada bagian mana pun dari tubuh sang laba-laba, melainkan pada telapak kaki-kakinya.
Hal lain yang tidak kalah mengagumkan dari laba-laba adalah jaringnya. Ia merupakan keajaiban desain yang memiliki rancangan tersendiri, beserta perhitungan teknik yang menyertainya. Jika kita memperbesar laba-laba menjadi seukuran manusia, jaring yang dianyamnya akan memiliki tinggi sekitar seratus lima puluh meter. Ini sama tingginya dengan gedung pencakar langit berlantai lima puluh.
Oleh karenanya, andaikan laba-laba sedemikian besar sehingga mampu membuat jaring dengan lebar lima puluh meter, maka jaring ini akan mampu menghentikan pesawat super jumbo jet. Jika demikian, bagaimana laba-laba mampu membuat jaring dengan sifat ini? Agar dapat melakukan hal ini, ia pertama kali harus menggambar rancangannya, persis seperti seorang arsitek. Sebab, struktur arsitektural dengan ukuran dan kekuatan seperti ini, mustahil dilakukan tanpa sebuah perancangan. Setelah rancangan dipersiapkan, laba-laba perlu menghitung seberapa besar beban-beban yang akan menempati posisi-posisi tertentu pada jaring, persis layaknya insinyur konstruksi. Jika tidak, jaring ini pasti akan runtuh.
Jika kita mengamati bagaimana laba-laba membangun jaringnya, kita akan menemukan sebuah keajaiban yang luar biasa, yaitu laba-laba melempar benang yang dipintalnya ke udara, kemudian udara tersebut membawanya ke tempat tertentu di mana ia menempel. Lalu pekerjaan konstruksi dimulai. Perlu satu jam atau lebih untuk menganyam sebuah jaring.
Mulanya, laba-laba menarik benang jenis kuat dan tegang dari titik pusat ke arah luar guna mempersiapkan kerangka jaringnya. Ia lalu menggunakan benang jenis kendor dan lengket untuk membuat lingkaran dari arah luar ke dalam. Dan kini perangkap itu telah siap. Bahkan benang yang digunakan laba-laba sama ajaibnya dengan jaring itu sendiri. Karena benang laba-laba ternyata lima kali lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Ia memiliki gaya tegang seratus lima puluh ribu kilogram per meter persegi. Jika seutas tali berdiameter tiga puluh sentimeter terbuat dari benang laba-laba, maka ia akan mampu menahan berat seratus lima puluh mobil.
Bahkan ilmuwan menggunakan benang laba-laba sebagai model ketika membuat bahan yang dinamakan Kevlar, yakni bahan pembuatan jaket anti peluru. Peluru berkecepatan seratus lima puluh meter per detik dapat merobek sebagian besar benda yang dikenainya, kecuali barang yang terbuat dari Kevlar. Tetapi, benang laba-laba sepuluh kali lebih kuat daripada kevlar. Benang ini juga lebih tipis dari rambut manusia, lebih ringan dari kapas, tapi lebih kuat dari baja, dan ia diakui sebagai bahan terkuat di dunia.
Bila kita berpikir ulang tentunya mustahil bagi seekor laba-laba untuk membuat desain sendiri. Tidak ada laba-laba yang dapat berpikir untuk membuat dan menumbuhkan rambut-rambut pada kakinya sendiri. Di samping itu, tidak mungkin makhluk seperti laba-laba mampu menciptakan jaring-jaring super kuat melebihi serat baja dengan ketebalan yang sama. Artinya, semua ini semata-mata desain Allah Swt., Yang Maha Kuasa. Hal ini sebagaimana yang tertera dalam surat An-Nur 45.

Artinya: Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. An Nur, 24:45)

Dengan demikian, seharusnya kita kagum kepada Allah Swt., dan selalu mematuhi-Nya sepenuh hati kapan pun dan di manapun kita berada.

No comments: